Pertempuran Boulgarophygon dalam Manuskrip Madrid Skylitzes Abad ke-12

Pertemuan antara Kaisar Leo VI the Wise dengan delegasi Bulgaria mencerminkan kompleksitas hubungan politik Bizantium dan Bulgaria pada akhir abad ke-9. Relasi ini tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga sarat dengan konflik militer dan ekonomi. Kekaisaran Bizantium memandang Bulgaria sebagai kekuatan regional yang semakin mengancam stabilitas Balkan. Sementara itu, Bulgaria berupaya memperkuat posisinya sebagai kerajaan mandiri dan berdaulat. Ketegangan inilah yang menjadi latar belakang berbagai peperangan besar di kawasan tersebut.

Salah satu konflik terpenting antara kedua kekuatan tersebut adalah Perang Dagang Bizantium–Bulgaria pada tahun 894–896. Perang ini dipicu oleh kebijakan ekonomi Bizantium yang merugikan pedagang Bulgaria. Perselisihan ekonomi tersebut kemudian berkembang menjadi konflik bersenjata terbuka. Dalam konteks inilah Pertempuran Boulgarophygon terjadi. Pertempuran ini menjadi titik balik dalam hubungan Bizantium dan Bulgaria.

Pertempuran Boulgarophygon berlangsung pada musim panas tahun 896. Lokasinya berada di dekat kota Boulgarophygon, yang kini dikenal sebagai Babaeski di wilayah Turki modern. Pertempuran ini mempertemukan Kekaisaran Bizantium dengan Kekaisaran Bulgaria Pertama. Kedua belah pihak mengerahkan kekuatan militer yang signifikan. Hasil pertempuran ini sangat menentukan bagi keseimbangan kekuasaan regional.

Pasukan Bizantium mengalami kehancuran total dalam pertempuran tersebut. Kekalahan ini menandai salah satu kegagalan militer terbesar Bizantium pada masa pemerintahan Leo VI. Sebaliknya, Bulgaria meraih kemenangan yang sangat menentukan. Kemenangan ini mengamankan posisi Bulgaria dalam konflik dagang yang sedang berlangsung. Dengan demikian, aspek ekonomi dan militer saling terkait erat dalam peristiwa ini.

Pada tahap awal konflik, Bulgaria sempat mengalami tekanan serius. Bangsa Magyar, yang bertindak sebagai sekutu Bizantium, menyerang wilayah Bulgaria. Serangan ini memaksa Bulgaria menghadapi ancaman dari dua arah. Kondisi tersebut sempat melemahkan posisi Bulgaria. Namun, situasi ini tidak bertahan lama.

Di bawah kepemimpinan Simeon I, Bulgaria mampu bangkit dari kesulitan awal tersebut. Simeon I merupakan penguasa muda yang ambisius dan visioner. Ia berhasil mereorganisasi kekuatan militernya dengan efektif. Strategi yang diterapkannya terbukti unggul dibandingkan taktik Bizantium. Pertempuran Boulgarophygon menjadi kemenangan besar pertamanya atas Bizantium.

Kemenangan ini mengukuhkan reputasi Simeon I sebagai pemimpin militer yang tangguh. Ia tidak hanya mempertahankan kedaulatan Bulgaria, tetapi juga mulai menantang dominasi Bizantium. Ambisinya melampaui sekadar kemenangan militer. Simeon bercita-cita meraih legitimasi kekaisaran. Konstantinopel menjadi simbol puncak ambisi politiknya.

Setelah Boulgarophygon, konflik antara Bulgaria dan Bizantium tidak segera berakhir. Simeon I melancarkan beberapa kampanye militer lanjutan. Dalam serangkaian pertempuran berikutnya, Bizantium kembali mengalami kekalahan. Hal ini menunjukkan konsistensi kekuatan militer Bulgaria. Balkan secara bertahap jatuh ke dalam pengaruh Bulgaria.

Perjanjian damai yang ditandatangani setelah pertempuran tersebut semakin memperkuat posisi Bulgaria. Bizantium terpaksa mengakui dominasi Bulgaria di kawasan Balkan. Ketentuan perjanjian ini menguntungkan pihak Bulgaria secara politik dan ekonomi. Bulgaria memperoleh status sebagai kekuatan utama regional. Dengan demikian, hasil pertempuran memiliki dampak jangka panjang.

Dari sudut pandang Bizantium, kekalahan ini merupakan pukulan besar terhadap wibawa kekaisaran. Leo VI dikenal sebagai kaisar cendekia, namun masa pemerintahannya diwarnai tantangan militer. Kekalahan di Boulgarophygon memperlihatkan keterbatasan kekuatan Bizantium. Hal ini juga memicu evaluasi ulang strategi militer kekaisaran. Reformasi menjadi kebutuhan mendesak.

Peristiwa ini juga terekam dalam sumber visual abad pertengahan. Manuskrip Madrid Skylitzes dari abad ke-12 menggambarkan adegan-adegan penting konflik Bizantium dan Bulgaria. Karya ini merupakan versi iluminasi dari Synopsis of Histories karya John Skylitzes. Ilustrasi tersebut memperkuat narasi sejarah melalui representasi visual. Dengan demikian, teks dan gambar saling melengkapi sebagai sumber sejarah.

Madrid Skylitzes memberikan gambaran bagaimana Bizantium memandang musuh-musuhnya. Representasi bangsa Bulgaria dalam manuskrip tersebut mencerminkan sudut pandang Bizantium. Meski bersifat subjektif, sumber ini tetap bernilai tinggi. Ia membantu sejarawan memahami persepsi dan ideologi Bizantium. Sumber visual menjadi pelengkap penting bagi catatan tertulis.

Pertempuran Boulgarophygon menandai pergeseran keseimbangan kekuasaan di Balkan. Bulgaria muncul sebagai kekuatan dominan yang menyaingi Bizantium. Kemenangan ini tidak bersifat insidental, melainkan bagian dari proses politik yang lebih luas. Simeon I memanfaatkan momentum ini secara strategis. Bulgaria memasuki masa kejayaan regional.

Dalam konteks sejarah Eropa Timur, pertempuran ini memiliki arti penting. Ia menunjukkan bahwa Bizantium tidak selalu tak terkalahkan. Negara-negara tetangga mampu menantang hegemoninya secara efektif. Bulgaria menjadi contoh paling menonjol dalam hal ini. Peristiwa ini turut membentuk dinamika politik Balkan abad pertengahan.

Secara keseluruhan, Pertempuran Boulgarophygon merupakan peristiwa kunci dalam sejarah Bizantium dan Bulgaria. Kemenangan Bulgaria mengukuhkan posisi Simeon I sebagai penguasa besar. Dampaknya terasa dalam bidang militer, ekonomi, dan diplomasi. Catatan sejarah dan manuskrip iluminasi mengabadikan peristiwa ini secara mendalam. Oleh karena itu, pertempuran ini layak dipandang sebagai tonggak penting sejarah Balkan.

 

 

 

 

 

Referensi

John Skylitzes, Synopsis of Histories, abad ke-11.

Madrid Skylitzes, manuskrip iluminasi abad ke-12, fol. 109r.

Teks sejarah tentang Pertempuran Boulgarophygon (896 M).

Kajian sejarah Bizantium–Bulgaria pada masa pemerintahan Leo VI dan Simeon I.

Skriptoria

Writer & Blogger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ARTIKEL LAINNYA
  • All Posts
  • Berita

©Copyright Skriptoria Ahliney Manuskrip | Develop By Webskill.id