Halaqah Penelitian dan Pameran Naskah Al-Qur’an Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan

Bangkalan, Madura — Pelaksanaan Halaqah Penelitian Naskah Al-Qur’an Syaikhona Muhammad Kholil yang dirangkaikan dengan Pameran Manuskrip Mushaf Al-Qur’an Bangkalan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme pada Rabu, 1 April 2026. Kegiatan yang digelar di Komplek Maqbaroh Syaikhona Kholil Martajasah ini berhasil menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari akademisi, santri, hingga masyarakat umum.

Sejak pagi hari, peserta halaqah telah memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian diskusi ilmiah yang mengangkat pentingnya penelitian manuskrip sebagai bagian dari pelestarian warisan intelektual Islam Nusantara. Para narasumber menyampaikan kajian mendalam terkait karakteristik naskah Al-Qur’an peninggalan Syaikhona Kholil, termasuk aspek filologis, historis, serta peluang pengembangannya melalui digitalisasi.

Diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan dan pandangan kritis. Hal ini menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap kajian manuskrip yang selama ini kerap dianggap sebagai bidang yang terbatas.

Antusiasme Tinggi di Pameran Manuskrip

Sementara itu, pameran manuskrip yang dibuka untuk umum sejak pukul 08.00 hingga 21.00 WIB menjadi daya tarik utama. Ratusan pengunjung silih berganti datang untuk melihat langsung berbagai koleksi berharga yang jarang dipublikasikan.

Beberapa koleksi yang paling menyita perhatian pengunjung antara lain manuskrip mushaf Al-Qur’an tulisan tangan Syaikhona Kholil, naskah Al-Qur’an yang dilengkapi dengan terjemah dan makna, serta naskah Al-Qur’an dari lingkungan Kraton Bangkalan. Keunikan bentuk tulisan, jenis tinta, hingga kondisi fisik naskah menjadi daya tarik tersendiri yang memberikan pengalaman edukatif sekaligus spiritual.

Panitia menyampaikan bahwa tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator kuat bahwa kesadaran terhadap pentingnya pelestarian manuskrip semakin meningkat. Banyak pengunjung yang berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan kembali dengan cakupan yang lebih luas.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang akademik dan pameran semata, tetapi juga momentum untuk menghidupkan kembali warisan keilmuan ulama Nusantara. Melalui halaqah dan pameran ini, nilai-nilai keilmuan yang terkandung dalam manuskrip diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Dengan berakhirnya rangkaian acara ini, para penyelenggara berharap akan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara pesantren, akademisi, dan komunitas dalam upaya pelestarian serta pengembangan manuskrip Islam di Indonesia.

Skriptoria

Writer & Blogger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ARTIKEL LAINNYA

No Posts Found!

©Copyright Skriptoria Ahliney Manuskrip | Develop By Webskill.id